BANYUASIN, KBRS -- Kasus dugaan penyelewengan dana Gapoktan Desa Jalur Mulia Kecamatan Muara Sugihan Kabupaten Banyuasin dengan LP 01/SL/JM.13/2017, tertanggal 23 September 2017 di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan, terus bergulir.

Pelimpahan laporan dari Kejati Sum-Sel, tertanggal 10 Oktober 2017 dengan No Surat : B-4466/N.6.5/Fd.1/10/2017 ke Kejari Banyuasin dimana kasus IP 200 ini sudah masuk ke tahap penyidikan, setelah memeriksa saksi, barulah penetapan tersangka.

”Kita sedang melakukan pemeriksaan kepada PPK dan Tim Teknis Dinas Pertanian Banyuasin, dan saat ini keduanya masih bersetatus saksi,' ujar Kasi Pidsus Kejari Banyuasin, Andra.


Dikatakan Abdra, bahwa sejauh ini sudah 12 orang saksi yang sudah di periksa, termasuk mereka berdua. Selain pengumpulan data, kita juga tengah memohon bantuan kepada BPKP untuk memeriksa berapa besar kerugian negara,” ujarnya.

Dia menambahkan, setelah dapat hasil dan bukti-bukti  yang sudah mencukupi, barulah akan menetapkan tersangka yang harus bertanggung jawab atas kerugian uang negara.

"Berdasar PP 12/2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, APH dalam audit perhitungan kerugian keuangan negara, dalam hal ini kejaksaan dan kepolisian akan berkoordinasi denga Inspektorat," imbuhnya.

Sementara itu Inspektur Banyuasin Subagio melalui  Sekretaris Inspektorat Banyuasin Subhan saat dimintai confirmasinya mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu koordinasi dari Kejaksaan Negeri Banyuasin, terkait kasus dugaan penyelewengan dana Gapoktan Desa Jalur Mulia Kecamatan Muara Sugihan Kabupaten Banyuasin.

"Belum ada permohonan dalam bentuk lisan maupun surat dari Kejari Banyuasin kepada Inspektorat Kabupaten Banyuasin untuk memeriksa berapa besar kerugian negara, khususnya kasus penyelewengan dana Gapoktan Desa Jalur Mulia Kecamatan Muara Sugihan itu," singkatnya. (Adam)

Post a Comment