BANYUASIN, KBRS -- Pemerintah Desa Talang Ipuh Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin  Propinsi Suamatera Selatan bersama Pendamping Desa (PD) mengadakan Pelatihan Penguatan Kapasitas bagi para pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Pelatihan berlangsung di Aula Kantor Desa Talang Ipuh, Rabu (27/11) dan dihadiri Kadis DPMD yang diwakili Kasi Perekonomian Rakyat Puji Iriani SSTP.M.Si, dosen UKMC Devi selaku narasumber, Kasi PMD Suak Tapeh Heriyanto SH.M.Si dan Kepala Desa Talang Ipuh Ardina serta Para peserta terdiri dari lima peserta, yaitu satu komisioner, dua pengawas dan tiga pengelola.
Kepala Desa Talang Ipuh Ardina dalam arahannya saat membuka acara tersebut menekankan pentingnya kehadiran BUMDes di wilayahnya. Sehingga, dia berharap para peserta memanfaatkan pelatihan ini untuk tahu banyak hal. Para narasumber juga bisa memberikan petunjuk-petunjuk praktis  bagi para pengelola yang mudah dimengerti dalam mengelola BUMDes.

Menurut Kades Ardina, banyak potensi di desanya. Antara lain pisang, kelapa dan ikan dan masih banyak lagi potensi desa yang lainnya yang bisa di gali. Tetapi, masyarakat jangan hanya nonton.

“Semua potensi itu harus dikelola dengan baik. Sehingga, semuanya tidak sia-sia”, kata Kades Ardina.
Dia mengakui, sejauh ini masyarakatnya selalu kesulitan dalam hal keuangan. Kondisi itu kemudian diakomodir dalam visi-misi dan program kerjanya di awal masa kepemimpinannya menjadi kepala desa Talng Ipuh .

Kades Ardina menilai, BUMDes merupakan kekuatan ekonomi baru desa yang berfungsi mengelola sumber daya alam dan sumber daya manusia  desa dalam mewujudkan desa mandiri.

Sehingga, menurut Ardina, pengurus yang mengelola BUMDes dengan baik akan mengubah gerak dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Talang Ipuh. Sebab, kehadiran BUMDes  di tengah-tengah masyarakat Desa Talang Ipuh, sebetulnya pemerintah pusat
telah mengucurkan dana yang dikemas melalui Dana Desa (DD).

"Untuk kepentingan BUMDes ini, pemerintah Desa Talang Ipuh mengalokasikan dana Rp. 75 juta yang bersumber dari Dana Desa. Rinciannya, Rp. 50 juta sebagai penyertaan modal, sedangkan Rp. 25 juta untuk urusan administrasi pembentukan BUMDes," katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Banyuasin yang diwakili Kasi Perekonomian Rakyat Puji Iriani SSTP.M.Si, dalam sambutannya mengingatkan para peserta untuk benar-benar serius mengikuti kegiatan dan menjadikannya bekal dalam mengelola BUMDes Talang Ipuh.

Menurut Puji, kehadiran BUMDes tidak sekedar menjawab aturan perundang-undangan. Tetapi, kehadiran BUMDes sebetulnya menjadi wadah ekonomi rakyat yang tepat dalam menggali dan mengembangkan potensi-potensi desa yang ada.
"BUMDes juga dinilai tepat untuk memotong mata rantai tengkulak dan sistem  ijon yang selama ini melilit masyarakat Desa Talang Ipuh," katanya

Devi Dosen UKMC selaku narasumber dalam penyampaiannya mengatakan, kegiatan ini untuk meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi desa serta diharapkan pula agar pemerintahan desa dapat menggali sumber-sumber pendapatan asli desa.

Jadi diharapkan kata dia, musyawarah tentang pendirian Bumdesa sesuai peraturan yang berlaku, menentukan atau memilih orang yang tepat mempunyai jiwa wiraswasta dan mampu mengelola Bumdesa serta menghimpun modal untuk usaha itu.
"Semua desa di Kabupaten Banyuasin diharapkan bisa membentuk Bumdesa, karena anggaran yang turun kedesa baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah Kabupaten sangat besar dan desa diharapkan mampu berinovasi mengembangkan potensi desanya melalui wadah Bumdesa," katanya.

"Dalam meningkatkan langkah itu, pemerintah bersinergi dengan lembaga yang dimiliki oleh desa  yakni LPD, Pasar Desa, sehingga potensi desa dapat dioptimalkan," tandasnya. (Adam)

Post a Comment