BANYUASIN,KBRS  - Perintah bayar zakat dan infak merupakan wajib bagi  umat Islam, yang memiliki harta dan penghasilan tetap. Tapi sayangnya walau perintah itu dituliskan dalam Al-Quran, masih ada orang yang enggan membayar, terutama Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemkab Banyuasin dengan alasan pengelolaan zakat yang ada di Badan Zakat Nasional (Baznaz) Kabupaten tidak transparan.

Mendengar hal itu, Bupati Banyuasin SA Supriono berang. Mestinya, kata Supriono, soal bayar zakat ini tidak diperlu diperdebatkan, apabila sudah mampu dan punya penghasilan gaji setiap bulan harus dibayarkan 2,5 persen, dan bisa langsung atau melalui Baznas Banyuasin.

“Telinga saya panas mendengar ucapan yang tidak masuk akal itu, padahal sudah jelas kalau bayar zakat merupakan rukun Islam yang ke-3 setelah Sholat. Ini celoteh sana-sini, tapi tidak bayar zakat,”beber Bupati usai disela-sela pengukuhan 28 Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) terdiri 26 OPD, Kantor Kemenag dan Bank Sumsel Babel di Auditorium Pemkab Banyuasin, Rabu (13/12).

Dia bingung apa yang tidak transparan dan dikorupsi dalam pengelolaan Zakat ini, karena dirinya menyaksikan langsung Baznas Banyuasin terjun membantu korban bencana puting beliung 60 rumah, memberikan bantuan kepada fakir miskin dan lain-lainnya.
“Selaku pemimpin di Banyuasin saya ingatkan ASN dan masyarakat yang merk Islam, untuk bayar zakat tidak ada kecualinya. Jangan ragu bayar zakat, belum tentu kita rajin salat dan umroh dijamin surga kalau lupa bayar zakat,”tegasnya. (Adam)
Attachments area

Post a Comment