MUARA ENIM, GELUMBANG, KBRS-Para masyarakat Kelurahan Gelumbang demo menuntut tenaga kerja untuk kesehatan itu diutamakan masyarakat kelurahan Gelumbang paling tidak 50% tenaga kerja masyarakat kelurahan Gelumbang.

Karena menurut para pendemo bahwa dikelurahan Gelumbang banyak yang lulusan Akbid Maupun akper(akademi Keperawatan)di Aula Kantor Camat Gelumbang pada Rabu(22/11) berjalan dengan damai terkendali.

Menurut salah satu pendemo yang tidak ingin disebutkan  Kelurahan gelumbang sudah berkorban baik dari lahan yang sudah kami wakafkan kepada pemerintah untuk membangun Rumah Sakit,dengan harapan supaya putra-putri masyarakat khususnya kelurahan Gelumbang agar lebih diutamakan tenaga kerjanya dibanding orang diluar Kelurahan Gelumbang.

Masih menurutnya,dikelurahan Gelumbang tenaga Kesehatan tamatan Akper itu banyak adanya.
Kami akan menutup RSUD Pratama ini kalau Bupati maupun Wakil Bupati Muara Enim tidak menanggapi anspitasi kami ini.

Para tokoh Masyarakat Kelurahan Gelumbang menyayangkan Pemerintah Kabupaten Muara Enim yang terkait tidak ada pemberi tahuan penerimaan tenaga kerja untuk RSUD Pratama Gelumbang,.
"Kami masyarakat Kelurahan Gelumbang menghibahkan tanah adat milik Kelurahan Gelumbang ini agar supaya anak cucu kami bisa ikut kerja disini baik sebagai tenaga Kesehatan maupun tenaga lainnya."

Camat Gelumbang AM.Musadeq,Sip Msi menanggapi permasalahan ini dan akan membawa dan menyampaikan Kepada Bupati tuntutan masyarakat Kelurahan Gelumbang yang supaya tenaga kerja baik dibidang kesehatan maupun tenaga kerja lainnya di RSUD Pratama Gelumbang ini,"saya akan memyampaikan tuntutan Masyarakat Kelurahan Gelumbang kepada Bupati Muara Enim tentang tenaga kerja di RSUD Pratama Gelumbang agar diutamakan putra daerah,saya minta tempo sampai Bulan Desember ini,jika sampai Desember tidak ada tanggapan dari Bupati maka saya serahkan sepenuhnya kepada masyarakat Kelurahan Gelumbang,mau ditutup atau dibongkar terserah."ujar Musadeq didepan kantor camat Gelumbang didepan pendemo.

Post a Comment