PALEMBANG, KBRS-Nama Sarjan Tahir cukup diperhitungkan dalam konstalasi pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Selatan. Politisi asal Demokrat itu memiliki modal yang kuat dari segi dukungan, jaringan maupun kualitas personal.

Demikian dikatakan pengamat politik dari Lembaga Riset Publik (LRP) Muhamad Yunus dalam keterangan tertulis, Selasa (21/11). Ia menyebutkan, Sarjan bisa jadi pilihan strategis jelang pendaftaran calon ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Modal dukungan terhadap Sarjan plus-minus mencapai 10 persen. Dan ini untuk ukuran nama yang baru muncul angkanya optimistik,” katanya.

Menurut Yunus, sosok Sarjan mudah diterima masyarakat lantaran pendekatan yang digunakan berbeda dari umumnya. Jika calon lain mengandalkan baliho dan media luar ruang dalam bersosialisasi, Sarjan memilih bergerilya terjun langsung ke masyarakat.

“Ketika responden ditanya siapa calon yang sudah datang sosialisasi, 23 persen menjawab nama Sarjan. Nama lain di bawah 15 persen,” ungkapnya.

Yang mengejutkan, lanjut Yunus, Sarjan menempati posisi teratas dalam simulasi calon wakil gubernur. Nama Sarjan bahkan unggul dari nama lain seperti Ketua DPRD Sumsel yang juga Ketua DPD PDI-Perjuangan Giri Ramandha Kiemas, Walikota Pangkalpinang M Irwansyah, Mantan Walikota Palembang Eddy Santana, dan Komisaris Jenderal (Komjen) Pol (Purn) Susno Duadji.

“Beda ketika ditanya untuk wakil gubernur, dukungan terhadap Sarjan mencapai 13 persen,” jelasnya.

Dengan dukungan itu, sambung Yunus, figur Sarjan juga memberi dampak elektoral tertinggi ketika dipasangkan dengan calon gubernur. Bahkan pemilih cenderung konsisten mendukung meski dipasangkan dengan beda nama. 

“Ini karena sosok Sarjan melekat di mata pendukungnya. Pendekatannya beda, citranya juga beda. Dan dia dianggap sosok yang mampu memahami dan menyelesaikan masalah rakyak bawah,” urainya.

Yunus memperkirakan Pilkada Sumsel akan diikuti oleh tiga sampai empat pasang calon. Hal ini sejalan dengan arah mata angin dukungan partai yang sudah mulai hampir pasti mengusung calon. PAN dan NasDem misalnya besar kemungkinan mengusung Herman Deru. Golkar dan Hanura positif mengusung Dodi Reza, sementara Aswari Rivai kemungkinan diusung Partai Gerindra dan Demokrat mengarah ke Ishak Mekki atau Sarjan.

Post a Comment