BANYUASIN, KBRS -- Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Tanjung Lago yang digelar pada Kamis (16/11) lalu, dinilai oleh masyarakat ada kecurangan. Terkait dengan hal tersebut, warga masyarakat Desa Tanjung Lago menggelar aksi unjuk rasa  (Unras). Kamis (23/11) sekira pukul 10 : 50 WIB.
Menurut keterangan/aspirasi yang diwakilkan kepada sdr. Asmaini, bahwa terdapat keganjilan dalam hal pembagian undangan terhadap pemilih, terdapat warga yang bukan merupakan warga Tanjung lago mendapatkan undangan.
"Sedangkan warga Tanjung lago sendiri ada yang tidak mendapatkan undangan, pemilih yang belum cukup umur ikut memilih, pemilih yang datang tidak dipanggil sesuai undangan melainkan mengantri tanpa dicocokan dengan identitas pemilih, pemilih wanita didahulukan antrian daripada pria bukan menurut undangan yang datang terlebih dahulu," katanya.
Ditambahkan oleh Habibi, bahwa mereka menuntut pihak BPD Tanjung Lago untuk merekomendasikan pembatalan pelantikan Kepalan Desa terpilih yang diduga terdapat kecurangan dan memberikan catatan bahwa pelaksanaan Pilkades Tanjung. Lago cacat hukum.

Sementara itu panitia dan BPD mengungkapkan bahwa tuntutan warga meminta dirinya untuk membatalkan pelantikan Kades terpilih karena terdapat kecurangan dalam Pilkades Tanjung Lago.

Dalam kesempatan tersebut  Akbar, mengutarakan aspirasi mengenai sistem demokrasi yang telah rusak di Kecanatan Tanjung Lago, sehingga perlu adanya perbaikan dan pembangunan dalam segala aspek di Kecamatan Tanjung Lago, kalah menang hal biasa dalam Pilkades namun harus sesuai koridor dan kejujuran.

Menanggapi tuntutan dari pengunjuk rasa tersebut  Jamhur selaku Ketua Panitia Pilkades menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima sanggahan dari Calon Kades no. Urut 1, 2, 3 dan 4 serta akan disampaikan kepada pihak Kabupaten (PMD), namun tetap meneruskan tahapan Pilkades sesuai jadwal yang ada.

Sekitar pukul 11.30 WIB, massa bergeser ke kantor Kecamatan untuk menyampaikan aspirasi lanjutan. Aksi tersebut diterima langsung oleh Camat Tanjung lago Ir. Yusrizal didampingi Kapolsek Tanjung lago.

Dalam kesempatan tersebut Camat Tanjung lago menerangkan bahwa selama proses sanggahan Kades terpilih tidak akan dilantik. Mendengar hal tersebut massa pengunjuk rasa yang berjumlah sekitar lebih kurang 100 orang  rasa puas dan membubarkan diri sekitar pukul 12.39 WIB dan perwakilan dari massa Asmaini mengatakan, mereka akan tetap menunggu proses sanggahan Pilkades Tanjung lago tersebut.

"Meskipun massa telah membubarkan diri tapi 5 orang personil Polsek Tanjung Lago  masih berada lokasi Kantor Kades untuk memantau mengamankan jalannya rapat panitia dengan BPD tentang penetapan Pilkades," ujar Kapolsek Tanjung Lago melalui Kasubbag Humas Polres Banyuasin AKP Ery Yusdi. (Adam).

Post a Comment