BANYUASIN, KBRS - Program Sekolah Gratis (PSG) di sejumlah  Pemda Tingkat II Provinsi Sumatera Selatan ternyata masih menyisakan masalah. Dana PSG ke seluruh SMA/SMK untuk triwulan II dan III hingga kini tak kunjung cair.

Padahal, dana itu dialokasikan sekolah untuk membayar gaji guru honorer dan kegiatan operasional.

Akibatnya, beberapa guru honorer tak gajian sampai 7 bulan. Itu terjadi di beberapa SMA/SMK di daerah, Kabupaten Banyuasin.


"Sudah 7 bulan ini saya mengajar tanpa mendapat gaji sepeser pen. Tak jarang saat perjalanan ke sekolah, motor saya mogok karena kehabisan bensin dan tidak punya uang untuk membelinya," ujar  inisial DN, seorang guru honorer SMA Negeri 1 Kecamatan Suak Tapeh Kab. Banyuasin kepada wartawan. Sabtu (04/11).

Alasan sekolahnya, lanjut DN, dana PSG triwulan II yang selama ini untuk bayar gaji belum dicairkan Provinsi Sumsel. "Jadi apa boleh buat, cuma pasrah," ujarnya.

Dikatakan DN, di sekolah tempatnya mengajar bahwa 99 % semuanya guru honorer termasuk staf honorer sekolah. Jadi bukan hanya dirinya yang menderita tapi semua rekan - rekannya ikut menderita karena belum menerima gaji.

"Saat ini kami semua hanya bisa pasrah pak, ya harus bagaimana lagi. Kami hanya bisa berharap kepada Pemerintah Provinsi Sumsel untuk segerah bisa mencairkan dan PSG tersebut," tutur dia.

Kasus serupa juga dialami guru-guru honorer di SMK Unggul Negeri 2 Banyuasin III. "Dana PSG mandek sudah 7 bulan lamanya, jadi banyak rekan honorer di sini pun belum menerima gaji selama itu. Tak hanya guru honorer juga staf honorer (operasional sekolah)," ujar seorang guru honorer SMK Unggul negeri 2  berinisial YI.

Menurut YI, ada juga honorer yang terpaksa double job, mengajar ke sekolah lain supaya tetap mendapat penghasilan. "Kami berharap pemprov segera mencairkan dana PSG itu karena dana itu digunakan untuk bayar gaji," sebutnya. (Adam)

Post a Comment