BANYUASIN, KBRS -- Bupati Banyuasin Ir. SA Supriono MM marah, gaya bicaranya penuh dengan tensi tinggi  dalam acara Peringatan hari kesehatan nasional ke 53 dan hari tanpa tembakau sedunia tahun 2017 di gedung graha sedulang setudung Komplek perkantoran Banyuasin,Rabu (29/11).

Penyebabnya, pada saat Bupati Ir SA Supriono MM berada di podium, membacakan sambutan Menteri Kesehatan RI terkait Peringatan hari kesehatan nasional ke 53 dan hari tanpa tembakau sedunia tahun 2017, para kades dari 44 desa yang hadir ribut, berbicara satu sama lain dan tidak mendengarkan isi sambutan yang dibacakan oleh orang nomor satu di Banyuasin tersebut. "Apa kalian tidak bisa khusuk dan tawaduk, cukup tua dan dewasa, bisa dengar apa yang disampikan, "kata Supriono dengan nada tinggi.

"Tidak ceramah dewek-dewek. Ini salah satu prilaku yang tidak sehat. Belajar menghargai orang itu lain karena itu sikap yang sehat. Ini acara kalian bukan acara saya. Harusnya kalian Khusuk apa pesan Menteri.Ini malah kalian sibuk sendiri,"tegasnya.


"Setiap OPD acara harus khusuk.jangan provokatif. Ini menunjukan Kepribadian bangsa ini sudah gobrok
Belajar khusuk, perlu diketahui persoalan kesehatan ini bukan persoalan ringan. Seharusnya di dengarkan dulu jangan ngomong masing-masing,"kata Mantan Inspektur ini marah.


Dijelaskan Supriono bahwa masalah kesehatan bukan hanya persoalan Dinkes tetapi melibatkan beberapa OPD seperti Dishub,Perkimtan,DLH, PUTR,Bappeda, dan Pendidikan.
"Persoalan buang air sembarangan, rumah kumuh banyak,tidak layak huni banyak. Tidak hanya Dinkes tapi OPD lain. Maka Koordiasi perlu jalan. Disdik, Dnkes harus masuk didik anak sejak dini. Sinergi satu sama lain," jelasnya. (Adam).

Post a Comment