BANYUASIN,KBRS - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuasin,  menyampaikan aspirasi masyarakat dari kegiatan reses  di 19 kecamatan dalam wilayah Banyuasin.

Laporan hasil reses ini disampaikan  anggota dewan dari 6 daerah pemilihan (Dapil) dalam rapat paripurna isitimewa reses yang dipimpin Ketua DPRD Banyuasin H Agus Salam SH, didampingi dua  Wakil Ketua yakni Heryadi HM Yusuf,dan H Muhammad Sholih.

Sidang paripurna istimewa reses ini dihadiri  Bupati Banyuasin Ir. SA Supriono MM, Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIK, Sekda H Firmansyah dan Sekwan Dr H Konar Zuber, SH, MH, para kepala OPD di Lingkup Pemkab Banyuasin.

“Dari laporan reses Dapil VI  aspirasi yang paling banyak  diserap dari masyarakat adalah bidang kesehatan, bidang pendidikan dan infrastruktur,” kata juru bicara dapil VI Jupriyadi pada sidang paripurna istimrwa reses DPRD Banyuasin, Kamis (26/10/).
Dapil VI meliputi Kecamatan Suak Tapeh, Kecamatan Betung, Kecamatan Pulau Rimau dan Kecamatan Tungkal Ilir.

Bidang kesehatan, ujar Jupriyadi mohon bantuan kepada bupati Banyuasin bahwa   di Pusekemas ibu kota Kecamatan Tungkal Ilir membutuhkan mobil Ambulans doubel kardan untuk membantu petugas medis  dalam melaksanakan tugas dan melayani membantu warga di Desa Sidomulyo dan Desa lain di Kecamatan Tungkal Ilir.

Lalu lanjutnya, mohon kepada bapak bupati melalui Kepala Dinas Kesehatan Banyuasin untuk mengevaluasi keaktipan dari dokter di Puskesmas terutama di Kecamatan Tungkal Ilir, karena dikeluhkan warga sebab kurang aktif di tempat.

“Mohon pak bupati  melalui Kepala Dinas  Kesehatan untuk memperbaiki personal atau SOP tata cara melayani surat rujukan, yang mana dikeluhkan di RSUD Banyuasin, terutama surat keterangan dari Kepala Desa untuk warga yang tidak mampu untuk berobat gratis maupun melahirkan (Jampersal), “tegasnya.
Bidang pendidikan kata Jupriyadi, mohon untuk menjadi perhatian Pemerintah Kecamatan Tungkal Ilir banyak sekolah mengalami kekurangan guru-guru, untuk menutupi kekurangan guru tersebut terpaksa menggunakan guru honor, dan harapan guru honor ini agar mereka  diperhatikan sehingga  mereka  mendapatkan honor dari pemerintah daerah kabupaten Banyuasin.

“Perlu kami sampaikan jumlah murid di Kecamatan Tungkal Ilir lebih dari 4000 siswa, sedangkan guru PNS hanya 80 orang, maka  sisanya adalah tenaga honorer yang terdiri dari honor komite. Untuk itu mohon perhatian bapak Bupati,”tandas politisi PDI Perjuangan ini.

Bidang pembangunan infrastruktur, kami dari dapil VI menyampaikan hal yang sangat perlu mendapat perhatian, dan selain itu kami sampaikan juga dalam lampiran untuk menjadi sarat dalam usul pokok pikiran dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Banyuasin.

Setelah kami melakukan kunjungan reses ke Dapil, kami rasa sama seperti yang disampaikan juru bicara Dapil terdahulu, yaitu keluhan infrastruktur jalan yang rusak berat, caci maki terhadap anggota dewan yang tidak memperjuangkan, tidak peduli dan segala macam.
“Tapi semua itu kami ikhlas saja dan dapat memaklumi, karena mereka memang mengalami kesulitan itu, “katanya.

Maka kami rangkum, papar Jupriyadi beberapa hal yang perlu menjadi catatan dan perhatian kita bersama disaat penetapan anggaran  pembangunan di tahun 2018 nanti, diantaranya.

Mengusulkan pengecoran atau pengaspalan jalan di Desa Bukit Jalan Wali Songo menuju kantor central PTPN VII yang menjadi keluhan warga sekitar, dan terjadi unjuk rasa ke kantor bupati dan DPRD beberapa waktu lalu, dan dimana telah terjadi kesalahan dari dinas terkait penempatan pembangunan di tahun 2017 ini, yang seharusnya sudah dibangun 2017.
Selain itu tutur Jupriyadi, warga Betung dan sekitarnya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Banyuasin, karena sudah bisa dipakainya Taman Kota Simpang Tiga di Kecamatan Betung, sekarang ini setiap sore ramai dikunjungi warga terutama anak-anak remaja, bahkan orang dewasa, tempat anak-anak bermain sepatu roda, foto selfie,berdiskusi dll, akan tetapi masih perlu kami sampaikan fasiltas yang belum tersedia yaitu mobil WC dan Pos penjagaan Pol PP.

Ketua DPRD Banyuasin, H Agus Salam mengatakan,  hasil reses enam Dapil hari ini telah disampaikan dalam sidang paripurna istimewa dan didengar langsung oleh Bupati,Sekda dan para kepala SKPD.

“Mereka sudah dengar apa yang kita sampaikan dan tentu kiranya harus menjadi perhatian untuk direalisasikan dan disesuaikan dengan anggaran APBD tahun anggaran 2018,” tutur dia.

Dari laporan enam Dapil tadi ujar politisi senior Golkar ini,   banyak persoalan yang menjadi sorotan dan merupakan aspirasi masyarakat dari 19 Kecamatan. Diantara aspirasi yang menjadi sorotan tersebut yakni infrastruktur jalan,jembatan,pendidikan,kesehatan termasuk pelayanan administrasi pemerintahan.

“Kantor desa dan kebijakan pemilihan kades juga jadi sorotan yang disampaikan masing-masing Dapil. Laporan ini didengar oleh Bupati,Sekda dan Kepala SKPD tentu kiranya untuk direalisasikan dan sesuaikan dengan anggaran 2018 nanti,”tegasnya.

Laporan hasil reses ini merupakan hasil penjaringan yang dilakukan 45 anggota dewan di 19 Kecamatan. Artinya apa yang disampaikan hari ini merupakan aspirasi masyarakat. Tentu mereka berharap aspirasi yang mereka sampaikan ini dapat direalisasikan.

"Untuk itu kami dewan Banyuasin memberi catatan khusus kiranya menjadi bahan Bupati Banyuasin dalam mengusulkan anggaran 2018,” tegas dia. (Adam/ ADV Humas DPRD)

Post a Comment