BANYUASIN, KBRS - Sebuah Badan Penasihatan Perkawinan dan Penyelesaian Perceraian, setelah kasus perceraian ditangani Pengadilan Agama dan KUA melayani masalah nikah dan rujuk, maka BP4 berubah jadi Badan Penasihatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan. Sehingga tugas BP4 demikian mulia dalam mempertahankan mahligai rumah tangga.

Hal itu disampaikan Kepala KUA Kecamatan Suak Tapeh Drs H. Jahri AK . saat di temui diruang kerjanya. Selasa (31/10). Dikatakan dia, dengan mengacu pada aturan tersebut, dirinya selaku KUA Suak Tapeh menghimbau kepada warga yang megalami persoalan rumah tangga datanglah ke KUA dan kami siap memberikan conseling/ bimbingan
" Jadi saya menghimbau kalau ada warga yang menglami masalah dalam rumah tangga jangan datang kepada yang bukan pada tempatnya. Datanglah ke KantorKUA karena itu sudah menjadi tugas dan pungsi kami," ujar dia.

Dikatakan dia, dalam Al-Qur’an banyak ayat membicarakan tentang penguatan bangunan rumah tangga, hanya sebagian kecil yang membicarakan masalah penguatan negara, bangsa, apalagi masyarakat. Sebab keluarga adalah sendi dasar terciptanya masyarakat yang ideal.
"Mana mungkin negara dibangun di atas bangunan keluarga yang rentan perselisihan dan pertengkaran. Sekarang ini tuntutan BP4, peran dan fungsinya tidak sekedar menjadi lembaga penasihatan tetapi juga berfungsi sebagai lembaga mediator dan advokasi," jelas dia.
Lebih lanjut dijelaskan dia bahwa, BP4 dituntut untuk dapat menjaga keutuhan sebuah keluarga, maka sebelum fondasi rumah tangga dibangun, penasihatan bagi siapa saja yang mengalami masalah rumah tangga termasuk juga kepada calon pengantin mutlak harus dilaksanakan.

"Saat ini BP4 kembali dihadapkan pada tantangan baru, menyelamatkan keluarga yang diambang kehancuran dalam rumah tangganya. Oleh karena itu KUA Suak Tapeh terbuka pada siapa saja untuk melayani keluarga yang mengalami permasalahan dalam rumah tangga," tandas dia. (Adam)

Post a Comment