Muaradua (25/10) Literasi, adalah kemampuan mengenali dan memahami ide ide yang disampaikan secara visual yaitu tulisan, adegan, video dan gambar.
Ternyata dari 40.828 orang siswa SD ada 1.005 siswa yang belum bisa membaca dan menulis yang tersebar di 13 Kecamatan dari 19 Kecamatan yang ada di OKU Selatan. Hal ini terungkap pada seminar Peringatan Hari Aksara Nasional ke 52 tahun 2017, Rabu, 25 Oktober 2017 di Gedung Guru OKU Selatan.

Kemampua  literasi dasar sebenarnya bukan hanya baca tulis, tetapi juga termasuk literasi nunerasi, teknologi informasi digital, finasial, sains serta budaya dan kewarganegaraan. Ditengah serbuan tontonan serba digital, siswa ternyata lebih banyak membaca daripada menonton. Sehingga kemampuan membaca dan menulis para siswa juga masih rendah.

Rektor Universitas Baturaja, Dr. Bambang Sulistyo dalam materinya menyampaikan bahwa anak anak sangat rentan terhadap kandungan negatif internet, diantaranya Rasa ingin tahu yang berlebihan, tidak kritis dan rasional, ingin meniru dan mencoba secara langsung, serta tidak mendapatkan penjelasan dan pengawasan yang memadai. Memang media gidital mempunyai pesona bagi anak anak karena informasi yang beragam, menyajikan data dalam kemasan yang menarik, mudah diakses serta tersedia setiap saat.

Karena itu Bambang Sulistyo mengingatkan kepada orang tua untik terus memberikan pengawasan kepada anak anak dalam penggunaan media digital.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU Selatan Zulfakar saat membuka kegiatan seminar mengatakan dalam waktu dekat akan segera melakukan sosialisai tentang budaya loterasi peningkatan minat baca di kalangan siswa. Terkait dengan maraknya penyebaran konten digital di internet, zulfakar menghimbau para guru dan orang tua untum memberikan pengawasan kepada anak anaknya dalam menggunakan alat komunikasi gidital.(evi).

Post a Comment