PALEMBANG,  KBRS-Beberapa perwakilan organisasi mahasiswa Universitas Sriwijaya menggelar aksi damai di halaman Rektorat UNSRI Itu, Kamis (3/8)

Mereka menuntut kepada pihak rekrorat agar menurunkan UKT (uang kuliah tunggal) semester sembilan 50 persen, menurunkan UKT bidik misi ke level satu, memberikan transparansi UKT, menghentikan tindakan represif rektorat dan mengaktifkan kembali tiga akun akademik atas nama Rahmat Farizal (Presma UNSRI), Aditya Arief Laksana (Ketua KAMMI UNSRI), dan Ones Sinus (Ketua GMNI UNSRI). Dan pada akhirnya suasana menjadi chaos terjadi pemukulan terhadap mahasiswa yang sedang menjalankan aksi oleh pihak keamanan kampus dan kepolisian.

Wakil Sekretaris DPW PSI Sumsel, Shalahuddin Al Khairi menyayangkan kejadian itu terjadi. "Tidak semestinya itu terjadi di tempat pendidikan terbaik di Sumatera Selatan tersebut, seharusnya pihak yg bertikai dapat menahan diri dikarenakan jiwa mahasiswa memiliki ego yang cukup tinggi seharusnya pihak-pihak tersebut dapat menyejukkan bukannya malah bertindak represif," ungkap mantan aktivis pelajar/mahasiswa tersebut.

 Beliau berharap kasus ini dapat diusut sampai tuntas agar tidak terjadi aksi sususan dan ditempat lain, dan untuk  "oknum" kepolisian yang melakukan pemukulan agar pihak Propam Polda Sumsel menindak tegas pelakunya.(fyan)

Post a Comment