MUBA, KBRS- Warga akan pertahankan lahan kebun miliknya yang akan digusur oleh pihak perusahaan PT Wira Karya Sakti (WKS).

Penolakan tersebut berdasarkan mereka tinggal di lahan kebun tersebut sejak tahun 2002 waktu Almarhum bapaknya bernama Muhamad Yunus masih hidup namun sering mengalami kegagalan bertanam tumbuh.

Hal itu diungkapkan pemilik kebun Eka Ria warga Dusun 5 Desa Pangkalan Bulian Kecamatan Batang Hari Leko Kabupaten Musi Banyuasin, Kamis (20/7/2017) dikediamannya.

"Sejak adanya pemasangan pita merah oleh pihak WKS dilahan kebun kami untuk digarap oleh PT WKS akan dijadikan lahan miliknya, dan diungkapkan staf PT WKS bernama Hendrik,  " ungkap Eka lagi.

Menurut Eka, Hendrik juga meminta dirinya meninggalkan lahan ini karena mereka akan menggarapnya.

"Silahkan Ibu Eka menuntut ke Pemkab Muba, " ujar Eka menirukan ucapan Hendrik.

Namun Eka bersikeras kebun ini merupakan warisan almarhum orangtuanya sejak tahun 2002 awal keberadaan Indotani,  ayah Eka sudah memiliki lahan yang diklaim PT WKS.

Sementara itu Endang Sekdes Pangkalan Bulian membenarkan adanya pemasangan pita merah oleh PT WKS via telepon.

"Memang ada pemberitahuan via telepon dari PT WKS terkait pemasangan pita merah tanda akan digusurnya lahan,  namun pihak Desa belum mendatangi warga. Tapi bagaimanapun juga mereka tak bisa seenaknya melakukan penggusuran di lahan milik warga," jelas Endang.

Hingga kini pihak PT WKS belum bisa dihubungi. (redi)

Post a Comment