OGAN ILIR,  KBRS-Angkutan sawit PT BSP yang lalu lalang tanpa permisi di Dess Tanjung Miring,  membuat warga resah dan geram.

Semakin didiamkan,  akhirnya warga bersama LSM setempat melakukan penyetopan dan memutarkan balik angkutan ini.

Aldianza SE dari LSM Badan Penelitian Aset Negara RKT Prabumulih  menyatakan mereka  bersama warga kecewa atas janji-janji kosong dari PT BSP
"Kami kecewa karena warga hanya diberi janji kosong. Makanya kami tuntut kerjasama plasma dan tenaga kerja lokal warga Tanjung Miring, " ungkap Aldianza, Jumat (22/7).

Padahal menurutnya ribuan hektar lahan pertanian milik warga diduga diambil secara paksa.

Ditambah lagi,  PT BSP Merekrut tenaga kerja baru sebanyak 900 orang,  namun warga Tanjung Miring hanya direkrut 10 orang.  "Permenaker mengharuskan 30 persen tenaga kerja lokal, " lanjutnya.

Saat dicoba dikonfirmasi  ke PT BSP,  Nazudin Kepala Keamanan menyatakan permintaan warga sudah diajukan.(abu meri)

Post a Comment