BANYUASIN, KBRS – Kendati baru berdiri dan serba kekurangan, Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Suak Tapeh patut di acungi jempol. Pasalnya, Sekolah pimpinan Dra. Hartening Dya L mampu meraih prestasi secara non akademik. Keberhasilan tersebut tentunya akan memberikan nilai positif bagi kemajuan sekolah tersebut untuk menuju masa akan datang.

Kepala SMA Negeri 1 Suak Tapeh, Dra Hartening Dyah L ketika di temui di ruang kerjanya mengatakan, meskipun Sekolah ini masih baru tapi saya selaku Kepala Sekolahnya akan selalu berusaha menabdikan diri supaya Sekolah ini bisa melahirkan generasi yang unggul kreatif dan inopatif. “ Yang pasti kita berusaha untuk terus mengejar prestasi walau masih dalam usia balita,” ujarnya kepada kabarakyatsumsel.com, Jum'at (21/7) lalu.

Satu tahun terakhir jelas Hartening, memang sudah cukup banyak prestasi diraih oleh para siswa dari berbagai kegiatan lomba, baik dilakukan di tingkat kabupaten, provinsi hingga lomba ke tingkat nasional.
Buktinya, pada pertengahan tahun 2016 berdirinya SMA Negeri 1 Suak Tapeh  sudah diberikan kepercayaan sebagai tuan rumah Perkemahan Pramuka Prata tingkat Kecamatan Suak Tapeh.

"Kegiatan tersebut didukung penuh oleh Kwartir Cabang Pramuka Banyuasin.
Pada tahun 2017, dua guru dan tiga siswa berhasil masuk dalam seleksi Jambore Pemuda Daerah (JPD) tingkat Kabupaten Banyuasin yang diselenggarakan pada 6 hingga 9 juli 2017 lalu," tuturnya.

Bahkan dua siswa lanjutnya, sudah bisa bersaing di tingkat provinsi Sumatera Selatan melalui kegiatan latihan kepemimpinan, yakni Wahidi dan M Ardi yang berhasil masuk seleksi untuk latihan kepemimpinan tingkat Provinsi Sumsel perwakilan Banyuasin.Termasuk satu siswa terpilih untuk mengikuti lomba bola tangan ke tingkat Provinsi yaitu Rizki Febriansyah siswa kelas XI.

Sedangkan untuk tingkat nasional salah satu siswa sudah melangkah untuk mengikuti Perkemahan Reimuna Pramuka Nasional di Cibubur Jawa Barat.
Keberhasilan tersebut tentunya akan memotivasi bagi siswa lainnya untuk terus aktif mengikuti berbagai organsisi di sekolah, sebab sekolah terus memberikan apresiasi dan dukungan bagi siswa yang memiki minat bakat.

“Inikan suatu prestasi cukup baik ditelorkan para siswa, mengingat SMA Negeri 1 Suak Tapeh baru saja berdiri satu tahun terakhir, bahkan bukan hanya membuat bangga sekolah tapi orang tua siswa, pihak kecamatan, bahkan kabupaten dan provinsi,” terangnya.

Memang, kalau dilihat dari usia sekolah sangatlah susah untuk menjangkau ke sana, sebab proses seleksi untuk mencatak prestasi hanya dilakukan serba sederaha, tapi inilah bukti sebenarnya. Apalagi semuanya minim, mulai dari pengalaman guru, kondisi sarana, termasuk juga lapangan olahraga masih belum memenuhi standar, tapi berkat tekad bulat dan kemauan keras akhirnya prestasi non akademik bisa dicapai.

Artinya, walau SMA Negeri 1 Suak Tapeh baru berusia satu tahun sudah berani mensejajarkan diri dengan sekolah lainnya yang sudah cukup lama berdiri. Hal tersebut tentunya manjadi cacatan tersendiri bagi kami,” tandasnya. (Adam Malik)

Post a Comment