BANYUASIN, KBRS - Ketua LSM  Aliansi Indonesia Samsu, mempertanyakan oknum angota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang terlibat penggunaan narkoba jenis shabu dan extasi beberapa tahun lalu yang terjaring razia di salah satu hotel di palembang,sementara yang bersangkutanmasih bernapas lega dan menjadi anggota dewan 
"Tanggal 31 juni 2015 lalu oknum Dq terjaring rajia di salah satu hotel di palembang,dari hasil tes urin Dq diduga positif menggunalan sabu dan extacy Dan Dq hanya menjalani tehabilitasi selama tiga bulan. Inilah yang menjadi pertanyan kami mengapa Dq masih menjadi anggota dewan."ujarnya.

Sementara lanjutnya, partainya Demokrat sudah memberikan rekomendasi untuk Pengganti antar waktu(PAW) "kata Samsu pada wartawan di kantor DPRD Banyuasin yang di dampingi puluhan ketua dan anggota aliansi.
Jika kita biarkan jelasnya, bagai mana jadinya negara ini kalau pecandu narkoba tidak di tindak secara hukum,dan hukum malah memberi ruang bagi pengguna narkoba 
"Kami sedih prihal keputusan pengadilan tata usaha negara membatalkan sk gubernur  untuk adanya PAW terhadap Dq.Mengingat perintahan repoblik indonesia kini  perang melawan pengguna dan pengedar narkoba".cetus samsu
Yang membut kami sangat prihatin permasalahan ini sudah dua tahun tidak berujung dan tidak ada  respon dari DPRD Banyuasin terhadap anggotanya yang terlibat narkoba.meski pihak partai yang mengusung oknum tersebut sudah menguluarkan rekomendasi untuk di PAW. (Adam Malik)

Post a Comment