BANYUASIN, KBRS - Kelapa Desa Lebung Dencik sempat berkilah jika kerusakan jalan tersebut diakibatkan truk pengangkut pasir yang lalu lalang. Dia malah menuduh cuaca yang menjadi penyebab jalan cepat rusak.

Itu ditegaskan Dencik, saat memberikan klarifikasi dihadapan Gabungan Pemuda Masyarakat Banyuasin Menggugat (GPMBM), ketika dilakukan mediasi di Aula Dinas Perhubungan (Dishub), Rabu (26/7) kemarin. Dencik pun mengaku merasa diintimidasi oleh pendemo.

“Tambang pasir di Desa Lebung sudah beroperasi 30 tahun lebih. Kondisi jalan tidak ada permasalahan, namun karena cuaca sering hujan jalan di Desa Lebung jadi rusak,” ujar Dencik.

Dia menegaskan, penambang pasir di Desa Lebung bukan hanya dia saja, melainkan ada penambang pasir lain yang juga melintas di jalan desa tersebut.


“Bukan saya sendiri, banyak penambang lain,” kilah dia.

Dencik pun berharap pemerintah dapat melegalkan penambangan pasir di desanya tersebut. Sebab kata dia, penambangan pasir tersebut sangat berguna bagi masyarakat. “Ya kami minta dilegalkan, sebab sangat berguna bagi masyarakat serta memberikan lapangan kerja,” tambah dia.


Bahkan Dencik mengaku diintimidasi lantaran mediasi yang dilakukan Pemkab Banyuasin melalui Dishub Banyuasin turut dihadiri oleh para pendemo. “Saya kira mediasi ini hanya instansi terkait, tapi bisa ada demo,” ujar dia.

Sementara itu, tim advokasi Darsan menegaskan tidak ada intimidasi yang dilakukan oleh masyarakat maupun dari GPMBM Banyuasin. Kata dia, masyarakat hanya menuntut penambang pasir bertanggungjawab atas kerusakan jalan yang disebabkan truk pengangkut pasir tersebut.

“Kalau kades mengatakan ada intimidasi silahkan lapor polisi. Cabut omongan anda tersebut, sebab masyarakat ini hanya mencari keadilan. Kami sarankan agar pemerintah menutup tambang ilegal tersebut,” pinta dia.

Seiring perjalanan mediasi akhirnya Kepala Desa Lebung Dencik mengaku siap memperbaiki kerusakan jalan. Sedangkan untuk truk pasir yang melintas, akan ada uang retribusi. “Saya juga akan berusaha mengurus izin penambangan itu,” tandas dia.

Hal itupun dibernarkan Kadishub Banyuasin Supriadi MSTer. Kata dia, untuk sementara aktifitas penambangan tersebut dihentikan selama tiga hari. “Kades janji urus izin dan memperbaiki kerusakan jalan,” singkat dia. (Adam Malik)

Post a Comment